Amazing Australia #1 – Preparation

Telunjuk saya kali ini berhenti di website Air Asia Indonesia dengan rute perjalanan: Jakarta – Kuala Lumpur – Sydney (pp). Yang membuat perjalanan kali ini spesial selain karena orang yang akan saya temui di sana tetapi karena sebelumnya saya berpikir bahwa Australia bukan negara yang akan saya pilih untuk tujuan wisata saya (setidaknya dalam waktu dekat). Selain harga tiketnya yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket pesawat negara-negara Asia Tenggara yang selama ini saya kunjungi untuk berlibur, juga butuh menyiapkan visa (yang biayanya juga tidak murah), dan biaya hidup yang relatif lebih mahal dibanding bila Anda menghabiskan waktu berlibur di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Mari mulai kisahnya dari hal paling pertama yang harus saya siapkan, visa🙂

How to prepare your Australian Visa?

Pada awalnya, sebelum saya menyiapkan visa, dengan nekadnya saya sudah membeli tiket pesawat terlebih dahulu. Saya pikir jika memang saya punya bukti kuat kapan saya akan berangkat dan pulang, visa akan saya dapatkan dengan lebih mudah. Saya kumpulkan berbagai informasi harga tiket pesawat dari beberapa maskapai. Tidak hanya low budget flight, tapi juga yang cukup costly seperti Singapore Airlines karena terkadang maskapai-maskapai ini juga menawarkan harga yang cukup miring saat sedang promo. Saya merasa sangat terbantu dengan momondo, sebuah web di mana Anda bisa membandingkan harga beberapa maskapai sekaligus beserta dalam 30 hari terakhir.. jadi Anda bisa membandingkan kapan harga yang cukup sesuai dengan budget Anda akan tersedia.

Setelah membandingkan dengan beberapa maskapai, saat itu yang paling murah adalah Air Asia. Saya membeli tiket dengan tanggal keberangkatan pada 24 Desember 2012 dan kepulangan pada 13 Januari 2013. Saya book tiket sambil deg-degan karena jika visa saya tidak disetujui, maka tiket saya akan hangus. Tapi saat itu pacar saya mensupport jika visanya nanti sampai ditolak, kita coba sekali lagi dengan surat-surat penguat tambahan dan kita ganti tanggal berangkatnya.

Masalah tiket sudah dibook dengan sedikit keras kepala, akhirnya saya mulai mencari informasi mengenai apa saja yang harus saya submit untuk mendapatkan visa australia. Mulai dari web resmi VFS Global, saya mengunjungi kantor AVAC di Plaza ABDA, lantai 22 (Jl. Jenderal Sudirman Kav 59) untuk bertanya langsung mengenai dokumen-dokumen yang harus saya persiapkan. Akhirnya setelah sekitar 10 hari mengurus dokumen (termasuk masa tunggu surat keterangan kerja dari kantor), saya submit dokumen tersebut pada bulan November.

Saat memasukkan dokumen, pihak AVAC memberitahu jika masa tunggunya sekitar 5-14 hari kerja dan biayanya sekitar 1.340.000 IDR. Karena saya juga mendaftar untuk mendapatkan notifikasi melalui SMS mengenai proses aplikasi saya, maka total yang saya harus menambah biaya menjadi 1.360.000 IDR. Biaya yang harus Anda bayarkan untuk mengurus sendiri visa ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan biaya yang harus Anda keluarkan jika melalui agen perjalanan. Jadi, saran pertama saya adalah, jika memang Anda punya waktu dan tidak terburu-buru mengurus sendiri visa australia tidaklah sulit dan tidak bertele-tele selama semua dokumen pendukung Anda kuat.

Puji Tuhan sekali selain mendapat surat keterangan bahwa saya adalah karyawan tetap sebuah perusahaan swasta di Jakarta dan tidak akan mencari pekerjaan selama masa tinggal saya di Australia, saya juga mendapat surat pendukung dari ibu kos pacar saya yang juga merupakan dosen di ANU (Australian National University) yang menguatkan hubungan saya dengan pacar saya dan saya ke sana untuk berlibur dan mengunjungi pacar saya, dan selama saya di sana saya akan tinggal di rumah beliau.

When the time comes…

Saya menerima notifikasi dari kantor AVAC bahwa dokumen visa saya sudah dikembalikan ke kantor AVAC pada hari Jumat dan saat itu saya sedang berada di Yogyakarta bersama keluarga. Deg-degan karena tidak diberikan statement jelas apakah visa saya diterima atau ditolak dan masa proses yang cukup pendek (sekitar 5 hari kerja), saya langsung menghubungi pacar saya. Karena menurut informasi yang kami berdua tahu, masa proses yang saya dapatkan itu relatif pendek dibandingkan dengan applicant lain.

Pengambilan visa sendiri baru dapat dilakukan setelah pukul 2 siang setiap hari kerja. Dengan rasa campur aduk akhirnya hari Senin saya mengunjungi kembali kantor AVAC yang tidak begitu jauh dari kantor saya. Dengan tangan gemetar, saya membuka dan bersyukur karena visa saya disetujui. Yang tadinya saya ajukan untuk single entry, ternyata diberikan multiple entries. Dan saya bisa masuk Australia sampai November 2015.

Bagaimana perjalanan saya di Australia, akan saya lanjutkan pada bagian berikutnya🙂

3 thoughts on “Amazing Australia #1 – Preparation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s