Amazing Australia #2 – Canberra (1)

Keseruan untuk segera memulai perjalanan mulai terasa dari 1 hari sebelumnya saat saya menyiapkan baju-baju yang akan saya bawa ke sana. Seharusnya saat itu Australia sudah memasuki musim panas, tapi pacar saya memberi tahu untuk membawa jaket atau shawl karena terkadang suhu di Canberra akan menurun drastis pada sore hingga pagi hari.

Canberra adalah kota yang menjadi tujuan pertama saya. Sayang sekali hanya sedikit maskapai yang menyediakan penerbangan ke Canberra, terutama penerbangan murah seperti Air Asia atau Tiger Airways. Dari Jakarta, pesawat saya lepas landas sekitar pukul 14.30 menuju Kuala Lumpur. Setelah tiba di KL, saya harus menunggu transit untuk kemudian terbang kembali menuju Sydney pada pukul 23.30 malam (GMT +8). Untung saja pihak LCCT (Low Cost Carrier Terminal) Malaysia menyediakan wi-fi gratis tapi hanya untuk 3 jam. Solusinya? Saya menyalakan wi-fi dari handphone terlebih dahulu untuk mengabari orang rumah dan pacar bahwa saya sudah mendarat di KL. Ini juga pertama kalinya saya menghabiskan malam Natal saya sendirian.. Jauh dari keluarga, dan.. benar-benar secara fisik sendiri. Haha.. Saya mengirim pesan selamat natal pada teman dan keluarga saat malam menjelang dan sebelum kehabisan koneksi wi-fi.

Setelah 3 jam berlalu, jatah koneksi wi-fi habis, saya nyalakan laptop untuk melanjutkan membunuh waktu. Mulai dari belajar… Ah iyaa, saya sebelum berangkat saya juga memutuskan untuk mengambil tes TOEFL selama saya di Australia. Bukan untuk alasan geek, seperti pacar saya :p Tapi karena saat itu saya sedang mengurus aplikasi beasiswa dan jadwal yang mepet membuat saya memutuskan mengambil tes tersebut di Sydney karena ternyata jadwalnya sesuai. Liburan dapat, cita-cita masa depan pun dapat😀 *sumringah*

Penyakit saya adalah saya kesulitan tidur jika saya menjadi terlalu bersemangat. Pengalaman buruk pernah saya alami saat pertama kali saya melakukan perjalanan jauh ke Jepang, selama 8 jam perjalanan dari Bali menuju Jepang, saya tidak bisa tertidur, dan alhasil saya malah menghabiskan waktu untuk belajar sepanjang perjalanan. Belajar dari pengalaman masa lalu, saya minum antimo 1 jam sebelum lepas landas.

Saya terlelap tidak lama setelah saya menerima makanan yang sudah saya pesan sebelumnya. Sampai waktu menunjukkan pukul 8 pagi (UTC+11). Prok.. Prok.. Prok.. dan akhirnya saya mencuci muka, sikat gigi, dan membaca buku untuk membunuh waktu sampai saya mendarat nanti.

Sydney, sebatas bandara…

Saya tiba di Sydney sekitar pukul 11.30 (UTC+11). Suasana baik pertama yang saya dapatkan di Australia sudah terasa saat saya sampai di bagian imigrasi. Saya ditanyakan nomor referensi visa saya yang cukup panjang dan akhirnya saya berikan kertas notifikasi dari AVAC mentah-mentah kepada petugas, petugas tersebut menyapa saya dengan sangat ramah: “Welcome to Australia..” Setelah menanyakan hal-hal standard berapa lama saya akan tinggal dan di kota apa saya akan tinggal, petugas imigrasi menanyakan saya:

“Where your family is living in?”

“Indonesia”

“What makes you going far from your family in Christmas time?”

“My boyfriend stays in Canberra”

“OK, it’s worth..🙂 Enjoy your stay”

Tidak terlalu lama mengantri bagasi, saya keluar untuk mencari tahu terlebih dahulu di mana saya harus menunggu bus yang akan membawa saya menuju Canberra. Pacar saya memesankan secara online tiket bus Greyhound dari Kingsford Smith Airport menuju Jolimont Canberra.

Kemahalan Australia langsung terasa saat saya ingin memesan makan siang. Saya langsung menuju Mc.D’s dan memesan 1 fillet o’ fish tanpa minum, tanpa kentang dan semua seharga 4 AUD😥 Saya langsung mencari keran air untuk mengisi minum ke botol yang sudah saya persiapkan dari Jakarta.

Entering Canberra

3 jam perjalanan dari bandara Kingsford Smith menuju Canberra. Saya sempat tertidur beberapa kali dalam bus. Hal yang menyenangkan untuk saya adalah saat beberapa kali saya terbangun dalam bus, saya mendapati jalan tol yang sepi. Hahaha… rasanya jika itu malam hari saya akan berkhayal saya berada di sebuah film misteri di mana saya akan menemukan jenazah manusia dibuang di sana *oke, khayalan berhenti sampai di sini* Karena hal yang saya temukan sepanjang perjalanan membuat saya waaaw! Karena saya menemukan kuda di pinggir jalan tol, setelah saya biasanya hanya melihat kambing di sepanjang tol Jagorawi. Kadang saya melihat domba-domba yang sedang merumput. Dan dari tempat saya duduk, saya hanya melihatnya seperti segumpal awan turun di padang ilalang. Tidak bergerak dan bergumpal-gumpal…🙂

Satu hal yang juga menyenangkan adalah saya selalu mendapati kendaraan berbaris rapih di sisi kiri jalan. Jalur kanan terlihat nyaris kosong. Hanya sesekali melihat mobil menggunakan jalur tersebut untuk mendahului. Berbeda jauh dengan jalan tol di Indonesia di mana semua truk bahkan menggunakan sisi kanan jalan tak peduli dia bergerak lambat dan mengganggu pengguna jalan lain.

Memasuki Canberra membuat saya sedikit kaget. Canberra sebagai ibukota Australia terlihat begitu sepi… Persis seperti khayalan misteri saya sebelumnya. Tak nampak kemacetan dan gedung bertingkat. Padahal saat itu waktu menunjukkan pukul 4 sore lebih sedikit.

Setibanya di Jolimont, bahkan sebelum saya sempat melihat sekeliling di mana saya berada, cetaaarrr… tiba-tiba pacar saya sudah berada di sebelah saya. Woohooo.. akhirnya kita bertemu kembali.. Dan dia terlihat super kurus. Selingan menarik lainnya untuk saya adalah saat itu kami berpisah pada tanggal 25 Juni 2012 dan tepat pada tanggal 25 Desember 2012, saya kembali bertemu dengannya *melankolis sesaat*

Cerita saya sudahi dulu sampai di sini karena hari pertama hanya saya habiskan untuk makan dan tidur akibat perjalanan yang memakan waktu hampir 18 jam dari Jakarta menuju Canberra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s