Yuk, Menulis!

Yuk, Menulis!

Menilik sejarah dunia, menulis adalah tradisi kaum intelektual. Jika ada permasalahan serius di mata umum (publik), maka kaum intelektual ini akan menulis untuk menjelaskan duduk permasalahannya, memberikan opini, dan kemudian memberikan alternatif sebagai jalan keluarnya. Ketika seseorang mau menulis, pengetahuan yang dihasilkan tidak akan hilang ditelan zaman.

Saya pribadi baru memulai kampanye ini beberapa bulan yang lalu. Mengajak orang-orang di sekitar saya untuk membiasakan diri menulis. Buat orang-orang yang selama ini hanya menjadikan sosial media sebagai sarana untuk mengeluh terhadap banyak hal, pernahkan Anda berpikir bahwa mungkin ada sesuatu yang sederhana sekali yang sebenarnya bisa Anda lakukan di era modern ini? Salah satunya adalah cara yang paling kuno, menulis.

Sebagai anak muda Indonesia, saya merasa bahwa kemampuan menulis kita ini tidak terlalu banyak terasah. Padahal sejarah berkata bahwa perjuangan bangsa kita ini juga didukung oleh tulisan-tulisan dari para kaum intelektual di zaman itu, sebut saja salah satunya adalah Onghokham yang punya misi menjadikan masyarakat kita sadar sejarah melalui tulisan-tulisan beliau.

Menulis itu tidak selalu harus yang luar biasa, dengan tata bahasa tanpa cela. Inti dari menulis adalah kita ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain, entah bagaimana caranya, apakah melalui sebuah penulisan yang baku atau bahasa gaul, yang penting apa yang ingin kita sampaikan dapat terkomunikasikan dengan baik dan tersampaikan seluas-luasnya.

Kampanye ini saya mulai bersama Mas H. Kami berdua senang jalan-jalan dan mencoba banyak hal baru. Saya sendiri sebenarnya juga sangat senang menulis. Saya pernah punya notes yang saya maintain secara on-off selama beberapa waktu di akun Facebook saya, dan blog yang tengah Anda baca ini sudah saya mulai sejak tahun 2011. Namun ya itu.. Tidak banyak saya manfaatkan.

Semua berawal beberapa bulan yang lalu, setiap saya mencoba hal baru (seperti satelit yang dapat dibuat di rumah untuk memperkuat sinyal handphone, yang dapat Anda baca selengkapnya di sini), Hafiz mulai mengajak saya mendokumentasikan bagaimana proses kreatif itu terjadi supaya tidak hanya saya yang merasakan manfaatnya, tetapi juga orang lain yang mungkin menghadapi masalah yang sama.

Bagaimana memulainya?

Yang pasti, tuliskan apa yang paling Anda minati karena prosesnya akan jauh lebih mudah daripada Anda sekedar menulis mengikuti trend. Seperti saya, saya senang menulis tentang apa saja. Kadang apa yang ada di hadapan saya, kadang saya menggabungkannya dengan minat saya mengambil gambar, termasuk kegiatan jalan-jalan saya.

Di era digital seperti sekarang, sudah lumrah orang mencari informasi dari internet. Justru yang tidak lumrah adalah orang-orang yang bertanya dulu sebelum coba mencari jawabannya di Google. Pernahkah Anda berpikir bahwa mungkin tulisan Anda akan sangat membantu orang yang sedang mencari informasi tersebut?

Saya sering sekali mendengar orang mengeluh: “Indonesia itu kaya loh, pemandangannya indah, orang-orangnya ramah. Gimana sih pemerintah gak mendukung pariwisata kita?”. Lalu izinkan saya bertanya: apakah Anda sudah mengambil bagian untuk mendukung pariwisata kita?

Orang asing akan mencari informasi sebelum mereka berwisata melalui internet, pernahkah Anda bertanya-tanya seberapa banyak mereka bisa mendapatkan informasi tentang Indonesia yang tersedia dalam bahasa Inggris?

Jika Anda mungkin belum berminat untuk punya blog sendiri, yuuk mampir ke tripadvisor misalnya. Cari tempat yang baru saja Anda kunjungi, lalu tulis review Anda tentang tempat tersebut dalam bahasa Inggris. Tidak akan memakan waktu lebih dari 20 menit untuk membuat satu review. Jangan takut, Anda tidak dituntut untuk memiliki bahasa Inggris yang bagus untuk bisa menulis di situ.. Yang penting? Yang ingin Anda sampaikan jelas maksudnya.

Jangan hanya mengeluh

Sudah jadi kebiasaan kita gampang sekali mengeluarkan keluhan. Di sosial media, melalui ucapan. Naah, sekarang, kita ganti yuk kebiasaannya. Jangan hanya mengeluh! Kita sampaikan juga informasi melalui tulisan. Seperti misalnya Anda menemukan satu laman di internet yang membantu Anda mencari tiket murah dengan membandingkan beberapa harga sekaligus.

Mengeluh itu perlu demi kesehatan jiwa, tapi komentar negatif itu yang tidak perlu, ubahlah menjadi sebuah komentar yang bertanggung jawab, yang bisa membangun. Sudah cukuplah banyak hal destruktif di negara ini yang bisa datang dari mana saja dan dalam bentuk apa saja.

Anda merasa senang? Bagilah

Bagikanlah pengalaman menyenangkan Anda kepada orang lain. Mungkin Anda pernah melakukan belanja yang Anda lakukan secara online, lalu Anda merasa sangat puas dengan kecepatan si empunya bisnis online melayani pesanan Anda, menangani keluhan Anda, atau barang yang Anda terima sesuai harapan Anda. Anda juga bisa loh, membagikan pengalaman ini. Tulis review mengenai mereka di laman web mereka, bagaimana Anda menyukai pengalaman berbelanja dengan mereka.

Orang Indonesia ini budayanya pelit pujian. Kalau ada yang salah, dicaci maki di media, tapi begitu ada prestasi, seolah semua merasa sudah sepatutnya orang berprestasi. Yuk, mulai kita dukung juga bahwa prestasi adalah hal yang patut mendapat apresiasi. Pujian, ulasan betapa senangnya Anda pada pelayanan sesuatu bisa mendukung mereka untuk terus memberikan yang terbaik.

Ada baiknya tulisan Anda tersaji dalam bahasa Inggris, supaya bisa menjangkau pembaca yang lebih luas. Tidak harus bahasa Inggris Anda punya TOEFL score di atas 550 baru Anda pede menulis. Dari beberapa teman yang bertanya bagaimana caranya melatih bahasa Inggris, saya meminta mereka untuk juga mulai dengan menulis dalam bahasa Inggris. Ini bagus karena saat menulis Anda berlatih untuk melihat lebih teliti apakah grammar Anda sudah betul atau belum sebelum Anda pede bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Jadi menulis dalam bahasa Inggris tidak ada ruginya kan? Selain Anda membagi informasi pada orang lain, Anda juga melatih kemampuan bahasa Inggris Anda dengan cuma-cuma.

Tidak sesulit itu kan menulis?🙂 Saya yakin pembaca blog saya atau orang-orang yang sekedar mampir ke halaman ini adalah kaum intelektual. Jadi, mari kita mulai budayakan cara-cara kaum intelektual untuk membangun kebiasaan baik. Kurangilah mengeluh, mari kita mulai melakukan hal yang mungkin kecil menurut Anda, tapi bisa berarti jika kita melakukannya bersama-sama.

Percayalah, jika mengeluh baik untuk kesehatan jiwa Anda sendiri, sebuah kebiasaan yang baik tidak hanya baik untuk kesehatan jiwa Anda, tapi besar manfaatnya untuk orang sekitar Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s