Berburu beasiswa: VLIR-UOS

Apa itu VLIR-UOS?

Tidak seperti kebanyakan beasiswa yang ditawarkan oleh negara-negara di Eropa yang familiar di antara para pemburu beasiswa, VLIR-UOS ini lebih sedikit diketahui oleh mahasiswa di Indonesia. Padahal besarnya beasiswa dan fasilitas yang diberikan tidak kalah dengan beasiswa-beasiswa lain seperti NESSO, Orange Tulip Scholarship atau Erasmus.

VLIR-UOS merupakan bagian dari VLIR (Vlaamse Interuniversitaire Raad) atau Flemish Interuniversity Council, sebuah lembaga yang menjembatani universitas-universitas di Belgia (khususnya untuk bagian flemish) dan pemerintah Belgia. Untuk lebih jelasnya, dapat dibaca di sini.

Jenis beasiswa yang ditawarkan

Ada empat jenis beasiswa yang ditawarkan oleh VLIR-UOS setiap tahunnya untuk 54 negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin (tentu saja termasuk Indonesia), di antaranya:

  1. Training dan master scholarship program (ITP dan ICP)
  2. Short training scholarship
  3. Short research stays
  4. ICP PhD

Untuk detail apa saja yang di-cover oleh beasiswa VLIR-UOS bisa dilihat di sini.

Saya dan VLIR-UOS

Sejak di bangku kuliah, saya sangat tertarik dengan bidang yang berkaitan dengan Biostatistika dan Bioinformatika sementara di Indonesia kedua bidang ini masih sangat baru. Dibantu oleh dosen pembimbing saya, Prof. Asep Saefuddin, saya mencari-cari informasi sebanyak-banyaknya. Prinsip saya untuk lanjut sekolah lagi ada dua: 1). bidangnya harus biostatistika / bioinformatika, 2). sebisa mungkin biaya yang saya keluarkan minimal atau bahkan 0.

Di tahun 2010, saya menemukan VLIR-UOS ini dan pas sekali mereka menawarkan program biostatistika. Saya coba membuat akun di web Universiteit Hasselt (karena pendaftarannya melalui universitas masing-masing), namun salah satu syaratnya adalah ada rekomendasi dari tempat bekerja (sementara saat itu saya baru lulus kuliah) selain itu TOEFL saya pun masih ITP dan mepet sekali dengan syaratnya. Tak ingin gagal, saya menyiapkan diri untuk mendaftar dengan tetap membiarkan akun saya di Universiteit Hasselt terbuka.

Selama itu saya membuat resolusi setiap tahun saya mengukur kemajuan bahasa inggris saya dengan mengambil TOEFL ITP dan menargetkan tahun 2012 saya harus punya international TOEFL. Dan gengsi saya besar sekali, saya tidak mau minta uang dari orang tua untuk urusan ini. Saya yang mau sekolah, saya yang harus tahu bagaimana dapat uang untuk daftar ini dan itu apalagi biaya untuk sertifikasi international TOEFL tidaklah murah, maka saya bekerja.

Sambil bekerja sambil saya belajar on dan off, mengikuti kursus online tentang biostatistika dan genetika dan evolusi. Di telepon genggam saya, selalu ada video dari kelas yang saya ambil di coursera.org supaya pada saat saya bosan di bus dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah saya bisa menonton video dari kelas tersebut. Kadang ingat belajar, kadang lelah.. Sambil terus menjaga kontak dengan dosen pembimbing saya Prof. Asep Saefuddin, Prof. Muladno Basar dan Ibu Endah Sri Agustina, Ms.

Saya catat di kertas yang saya tempel di kamar kapan VLIR akan dibuka lagi. Tahun 2013 adalah tahun terakhir sebelum akun saya di Universiteit Hasselt ‘dibuang’ oleh sistem. Akhirnya saya melanjutkan mendaftar dengan berbekal surat rekomendasi dari tiga dosen pembimbing saya dan satu atasan saya sewaktu bekerja di Nielsen (padahal syarat rekomendasi yang diminta hanya 3), dan nilai TOEFL yang puji Tuhan sudah lebih baik, termasuk meminta Mas H untuk mengkoreksi motivation letter saya.

Sampai akhirnya tahun kemarin saya benar diberi kabar bahwa saya termasuk kandidat yang sukses mendapatkan beasiswa. Jadi, untuk teman-teman yang masih berburu beasiswa jangan mudah menyerah. Saya pun mengalami penolakan bertubi-tubi sebelum akhirnya saya mendapatkan beasiswa VLIR-UOS ini. Mulai dari ditolak mentah-mentah karena dirasa nilai IPK S1 saya kurang bagus, kontak profesor yang tidak berbalas, ditolak oleh beberapa beasiswa yang saya daftar.

Beberapa tips yang mungkin bisa mendukung keberhasilan Anda di antaranya:

  1. Tetaplah belajar, apalagi dengan internet sekarang semua sumber informasi bisa didapat dengan mudah. Apalagi dengan tetap belajar, Anda dapat tetap mengikuti perkembangan terakhir untuk keilmuan yang Anda minati. Ini bisa jadi sumber ‘topik’ untuk PDKT dengan calon dosen pembimbing, motivation statement bahkan mungkin research proposal Anda.
  2. Catat bulan-bulan pembukaan beasiswa sehingga tidak terlewat oleh Anda. Apalagi sekarang banyak sekali beasiswa yang ditawarkan, termasuk dari pemerintah Indonesia sendiri seperti LPDP.
  3. Catat dan persiapkan segala persyaratan yang diminta sejak jauh-jauh hari. Motivation statement, research proposal yang baik tidak bisa selesai dalam waktu semalam karena untuk menyiapkannya Anda akan butuh banyak referensi, bahan bacaan dan lain sebagainya. Selain itu, persiapan yang matang membuat Anda tidak harus kelabakan saat tenggat waktu semakin dekat. Apalagi saat Anda harus meminta surat rekomendasi, kontak dosen pembimbing atau atasan Anda dari jauh hari. Ingat! Mereka juga orang-orang yang sibuk. Jangan kabarkan mereka hari ini dan meminta besok harus selesai.
  4. Beradalah di antara orang-orang yang memiliki keinginan yang sama dengan Anda. Ini bagus supaya kita bisa saling mengingatkan dan mensupport satu sama lain. Puji Tuhan sekali selama proses ini saya selalu didukung oleh dosen-dosen pembimbing saya: Prof. Asep yang selalu mengabari saya jika beliau punya informasi mengenai beasiswa yang sedang dibuka, Ibu Endah dan Prof. Muladno yang tidak bosan-bosan menulis rekomendasi untuk saya, teman-teman: Mbak Widi yang saat itu sama-sama sedang mencari beasiswa (bahkan sampai beliau di Jepang pun masih suka mengupdate saya informasi beasiswa), Yohanes teman saya yang ikut mencari informasi beasiswa di Taiwan, dan tentu saja Mas H yang paling setia menyemangati dan menemani saya belajar.
  5. Yang tak kalah pentingnya, mintalah restu dari orang tua. Walaupun saya juga tidak langsung berbagi dengan orang tua setiap saya tengah mendaftar atau proses apa yang tengah saya jalani, paling tidak saya akan bilang sama Ibu saya: “Ma, aku lagi coba ini. Doakan ya..” dan walaupun saya suka uring-uringan kalau sedang ditolak kanan-kiri, doa  (dan masakan) Ibu meringankan sedikit beban kita.

Semangat berburu!🙂

9 thoughts on “Berburu beasiswa: VLIR-UOS

  1. Mbak Dea, perkenalkan, nama saya Rahma. Saya mendaftar VLIR 2015 dan alhamdulillah diterima. Apakah saya boleh berkonsultasi dengan Mbak Dea mengenai beasiswa dan kuliah di belgia? kalau boleh, apakah saya bisa bertanya via email atau yang lainnya? terimakasih banyak sebelumnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s