Perbedaan suasana belajar di Indonesia dan Belgia

Saat ini saya baru menyelesaikan semester pertama saya di Universiteit Hasselt. Selama proses belajar berjalan, saya sangat ingin menuliskan bagaimana rasanya belajar di sini kepada teman-teman. Mungkin saja apa yang saya tuliskan di sini bias dan tidak bisa seutuhnya dibandingkan karena saya menjalani studi Strata 1 di Indonesia dan Master di Belgia. Tapi saya berharap bisa membagikan sedikit gambaran kepada teman-teman bagaimana suasana belajar di sini.

1. Bebas akses internet di kampus

Ya, bebas! Berbeda dengan di Indonesia di mana kita tidak bisa mengakses beberapa laman web saat menggunakan jaringan internet di kampus, di sini internet bisa digunakan secara bebas. Anda bisa membuka Facebook, Twitter, email pribadi, Youtube, dan lainnya. Kebebasan ini tidak hanya bisa Anda nikmati melalui laptop pribadi Anda, melainkan juga komputer yang tersedia di perpustakaan misalnya.

Hal lain yang terasa sangat berbeda adalah di sini mahasiswa tidak dilarang untuk menggunakan laptop, tablet atau telepon genggam selama proses perkuliahan berlangsung. Kondisi berbeda saya alami di Indonesia di mana untuk beberapa perkuliahan, dosen akan langsung menegur jika saat mengajar didapati mahasiswa yang menggunakan gadget atau laptop.

Di Indonesia, kita diajarkan bahwa kebebasan itu ada batasnya. Tidak boleh main Facebook, kalau mau Facebook ya di rumah, bukan di sekolah. Kita tumbuh dalam berbagai larangan. Kita tidak dibiarkan dewasa untuk tahu bahwa menonton film porno terlalu sering lebih banyak efek negatifnya, melainkan semua konten porno ditutup aksesnya oleh kementerian komunikasi dan informasi. Kita tumbuh bukan untuk tahu bahwa mengakses Facebook saat kelas berlangsung bisa mengalihkan perhatian dan Anda akan kehilangan waktu berharga di kelas. Bahwa menggunakan gadget selama di kelas juga bisa membantu proses belajar kita. Kita bisa langsung mencari topik yang tengah dibicarakan, mencatat materi perkuliahan lebih cepat, atau bahkan membuka materi yang diberikan dalam bentuk slide sehingga tidak harus mencetak seluruh slide untuk perkuliahan: lebih ramah lingkungan😀

2. Materi perkuliahan tersedia sebelum kelas dimulai

Di sini, kami menggunakan platform bernama Blackboard, di mana platform ini akan menyimpan rapih kelas-kelas yang kami ambil setiap semesternya, materi perkuliahan yang akan digunakan, informasi pengajar, jadwal perkuliahan, hingga nilai ujian. Efektif bukan? Saat semester satu hampir usai, jadwal dan kelas yang akan kami ambil di semester berikutnya sudah tersedia di sini. Kami bisa melihat siapa yang akan mengajar, buku apa yang akan digunakan, apa yang akan Anda dapatkan dengan mengikuti perkuliahan, beserta materi perkuliahan sehingga setiap mahasiswa bisa menyiapkan materi yang akan disampaikan sebelum kelas berlangsung.

Setelah kelas usai, biasanya dosen akan meng-update konten dalam platform ini dengan tambahan video atau materi baru dari kelas yang telah berlangsung.

3. Satu kelas berlangsung 3.5 jam!

Awalnya, saya sangat kepayahan dengan durasi belajar seperti ini. Setiap satu perkuliahan akan berlangsung selama 3.5 jam. Di mana perkuliahan akan dibagi dalam 2 sesi masing-masing berdurasi 1.5 jam dan di antaranya akan diselingi waktu 30 menit untuk beristirahat.

Di awal-awal perkuliahan saya merasa sulit untuk berkonsentrasi selepas 30 menit pertama karena saya tidak terbiasa untuk duduk diam mendengarkan seseorang berbicara sekian lama.

Ini jelas berbeda dengan kondisi di Indonesia di mana biasanya satu sesi hanya berlangsung 45 menit – 1 jam. Tapi bukan lamanya kelas yang saya kagumi dari menimba ilmu di negeri Tintin ini. Di sini dosen selalu datang tepat waktu, bisa dipastikan bahwa setiap kelas akan berlangsung tepat waktu. Dan yang terlebih saya kagumi, saya selalu melihat mereka luar biasa bersemangat saat menyampaikan materi di kelas. Saya tidak habis pikir. Tanpa persiapan yang matang untuk kelas yang akan berlangsung, saya merasa akan sulit untuk berdiri dan berbicara dengan teratur selama 3 jam tanpa kehilangan konsentrasi.

Hal yang sangat berbeda saya alami saat menuntut ilmu di Indonesia. Mulai dari dosen datang terlambat, menyampaikan materi dengan tidak bersemangat, kelas yang bubar sebelum waktunya, sampai ada satu saat di mana dosen tersebut lupa jadwal mengajar saat kami telah menunggu 30 menit untuk kelas dimulai.

Dan anehnya sebagai mahasiswa dulu, saya senang saat kelas dibatalkan karena dosen lupa jadwal mengajar, saya senang saat kelas bubar sebelum waktunya atau materi yang diberikan tidak dalam.

4. Tidak ada daftar hadir

Enak kan kuliah di sini😀 Tidak ada daftar hadir yang harus Anda tanda tangani atau main kucing-kucingan dengan dosen karena Anda ingin membolos dan menitip absen dengan sesama teman. Di sini, absensi tidak menjadi syarat kami untuk mengikuti ujian. Mau datang atau tidak, itu kebebasan kami. Mungkin di sini penyelenggara pendidikan menyadari bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar masing-masing. Ada yang bisa duduk tenang selama 3 jam di kelas, ada yang mungkin merasa bisa belajar lebih cepat dari teman-teman lainnya sehingga ia merasa tidak harus datang ke kelas dan mengejar bahan di perpustakaan atau dari rumah. Mengetahui bahwa saat ini sumber informasi bisa didapat dari mana saja, membuat Anda tidak diwajibkan untuk duduk di kelas. Tapi, Anda akan ditegur saat Anda mengganggu kenyamanan orang lain seperti mengobrol dengan sesama mahasiswa atau keluar masuk kelas saat proses mengajar tengah berlangsung.

Namun hebatnya, saya jarang menemukan kelas saya sepi mahasiswa. Bahkan terkadang kami harus dulu-duluan datang supaya mendapatkan tempat duduk karena untuk beberapa kuliah yang diadakan di ruangan yang tidak terlalu besar, jika datang terlambat, maka Anda harus menyeret bangku dari ruang kelas lain. Luar biasa kan?

5. Tidak usah kumpulkan PR, hore!

Jarang sekali kami diminta untuk mengumpulkan tugas individu lalu diberikan nilai yang akan mempengaruhi penilaian akhir kami. Biasanya dosen akan memberikan soal-soal untuk latihan, sisanya, terserah kami mau dikerjakan atau tidak. Tidak ada yang mengharuskan kami mengerjakan tugas karena tidak akan dikumpul dan diberi nilai.

Biasanya tugas yang dikumpulkan akan lebih berbentuk tugas kelompok. Ini yang akan banyak memakan waktu karena biasanya Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk studi literatur dan diskusi dengan teman-teman sekelompok.

6. Fungsi mahasiswa – dosen yang bekerja dengan baik

Saya mengagumi bagaimana sistem belajar mengajar di dalam maupun di luar kelas bisa berlangsung dengan baik di sini. Saat dosen mengajukan pertanyaan, mereka yang merasa mungkin tahu jawabannya akan berebut untuk mengajukan pendapat. Tidak ada perasaan takut menjawab. Saat jawaban yang diberikan itu benar, dosen akan mengakui hal tersebut, dan bila ternyata itu salah, dosen pun tidak akan menghakimi karena jawaban yang diberikan tidak tepat.

Mengetahui bahwa saat ini kami datang dari berbagai latar belakang: statistika, matematika, biologi, biomedis, bahkan kedokteran sehingga mungkin setiap mahasiswa memiliki kedalaman pemahaman yang berbeda, maka setiap pertanyaan, bahkan yang terkesan paling sederhana pun akan dijawab oleh dosen. Bila dosen merasa bahwa mahasiswa lain mungkin akan tahu jawabannya, maka mereka akan melemparkan kembali pertanyaan kepada mahasiswa untuk kemudian proses diskusi bisa berlangsung dan dosen sebagai moderator yang mengontrol jalannya diskusi.

Yang lebih menyenangkan untuk saya, bahkan setelah jam kuliah usai, kami bisa mengirimkan email kepada setiap dosen jika ada pertanyaan lebih lanjut. Mereka akan bersedia membalas email kami beserta penjelasan. Jika ternyata pertanyaan tersebut dirasa perlu diketahui oleh seluruh mahasiswa, maka dosen tersebut akan membahasnya pada kelas yang akan berlangsung atau jika kelas sudah usai, maka pertanyaan tersebut akan disimpan di platform Blackboard sehingga mahasiswa yang lain bisa membacanya.

7. Party every week!

Saya sendiri belum pernah merasakan suasana pesta di sini. Namun setiap Kamis malam, selalu ada pesta yang diadakan di kampus. Dan tentu saja, tak ada pesta tanpa alkohol. Mungkin untuk sebagian dari kita sulit membayangkan ada pesta yang diadakan di lingkungan kampus dengan alkohol tersaji bebas. Saya bukan pengagum berat pesta, namun yang saya kagumi adalah bahkan kelas Jumat pagi pun tetap tidak sepi dari orang-orang yang berpesta sebelumnya!

Seorang teman yang tinggal di satu gedung dengan saya bercerita dengan semangat: kamu harus ikut saya sekali-kali ke salah satu pesta ini supaya kamu tau bagaimana kondisinya. Saya bilang: “Tapi saya ada kelas hari Jumat jam 9 pagi.” Lalu dia berkata: “Saya ada kelas jam 8.30. Hahahaha :))” Lalu bagaimana dia bisa ‘memaksa’ dirinya untuk datang di kelas pagi keesokan harinya?

“Saya sudah tahu jika saya butuh minimal 5 jam tidur untuk bisa terjaga esok paginya. Maka saya akan datang sebelum jam 11, saya hanya akan minum alkohol hanya sampai pukul 12. Lalu saya akan minum banyak air putih setelahnya supaya tidak mabuk. Jam 2 saya harus sampai di rumah dan sudah tidur, jadi saya harus pulang sebelum itu.” Wow!

Saya tidak menulis ini untuk menyanjung cara belajar yang satu dan menjelekkan cara belajar yang lain. Setiap negara dan budaya tentu memiliki caranya sendiri-sendiri. Tapi saya belajar banyak tidak hanya melalui materi yang saya terima, tapi juga hal lain. Budaya belajar yang berbeda membuat saya yang tidak terbiasa dengan kondisi belajar seperti ini merasa agak sulit beradaptasi di waktu-waktu awal. Tidak ada yang mengharuskan kita membuat tugas, tidak ada keharusan membaca. Semuanya dibebaskan. Ternyata yang lebih sulit adalah untuk bertanggung jawab pada diri sendiri!

4 thoughts on “Perbedaan suasana belajar di Indonesia dan Belgia

  1. Mangstaap.. Semangat deaaa.. Yg paling berat kalau master di gw adalah tugas paper dr tiap mata kuliah.. Time management harus bagus biar ga keteteran.. Hehee.. Thanks for sharing.. Gw bakal bikin tulisan gini juga aah.. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s