Apa yang (mungkin) Anda butuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2?

Sejak lulus sarjana pada tahun 2010 dari Institut Pertanian Bogor (IPB), saya sudah niatkan untuk melanjut ke jenjang S2. Saat itu pula saya niatkan bahwa saya tidak akan meminta sepeser pun uang dari orang tua saya untuk mewujudkan niat saya ini. Maka dengan begitu, saya setidaknya membutuhkan dana yang cukup untuk menjalankan misi saya.

Setelah lulus, saya bergabung di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di riset pasar. Saat itu keinginan saya adalah mencari pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang yang saya minati sekaligus mendapatkan pemasukan sendiri. Pada saat yang sama, saya sudah mendapatkan informasi mengenai beasiswa VLIR-UOS, beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Belgia untuk studi master di negara tersebut. Kebetulan jurusan yang saya minati untuk melanjutkan studi ditawarkan di sana. Maka, mulailah saya menyusun strategi. Berikut mungkin kurang lebih daftar hal-hal yang bisa membantu Anda mewujudkan keinginan untuk meraih gelar master.

  1. Dana yang cukup. Ini adalah hal yang cukup penting menurut saya. Ada beberapa orang yang beruntung langsung ditawarkan beasiswa setelah menamatkan program studi S1-nya, namun kejadian tersebut sangatlah jarang. Jika memang Anda sudah meniatkan untuk meneruskan studi, dana menjadi salah satu faktor penting. Dana yang cukup dibutuhkan antara lain untuk:
    1. Mengikuti tes TOEFL
    2. Mengirimkan berkas berupa hardcopy ke universitas yang dituju. Jika berkas dikirimkan dalam waktu yang cukup, biayanya tidak terlalu mahal karena biasanya Anda bisa menggunakan jasa EMS di mana berkas akan sampai setelah 2 minggu. Sementara jika waktu yang dibutuhkan mepet, Anda mungkin harus menggunakan jasa seperti DHL atau FedEx di mana harganya menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan EMS.
    3. Registration fee. Ada beberapa beasiswa yang meminta kepemilikan dari Letter of Acceptance (LoA) yang dikeluarkan oleh pihak universitas sebagai salah satu syarat seleksi untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Untuk mendapatkan LoA ini, Anda diharuskan untuk mendaftarkan diri melalui jalur umum ke universitas yang dituju. Besarnya registration fee ini bergantung pada jurusan yang Anda minati. Semakin populer jurusan tersebut, semakin mahal biaya registrasi yang diminta. Walaupun berdasarkan pengalaman saya yang lampau, biaya registrasi untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi ternama di Australia masih lebih murah dibandingkan dengan biaya pendaftaran salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung.
    4. Administrasi. Jika telah mendapatkan konfirmasi bahwa Anda berhak mendapatkan beasiswa, ada beberapa administrasi yang harus diurus menjelang keberangkatan Anda. Ada beberapa beasiswa yang akan menanggung biaya administrasi, namun sebagian besar beasiswa tidak menanggung biaya tersebut. Yang dimaksud dengan biaya administrasi di sini misalkan: mengurus visa, membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) — untuk pengurusan visa, legalisasi dokumen di tingkat Kementrian Hukum dan HAM, terjemahan ijazah atau sertifikat kelulusan ke dalam bahasa asing, dan lain sebagainya. Terkadang biaya yang dibutuhkan bisa tidak sedikit sehingga ini menjadi salah satu hal yang harus Anda antisipasi dalam menyiapkan diri.
  2. Membuat daftar beasiswa, universitas, dan jurusan yang Anda minati. Daftar ini diusahakan untuk memuat informasi selengkap-lengkapnya. Mulai dari waktu pembukaan dan penutupan, persyaratan yang diminta. Catat dan jika perlu Anda tempelkan di kamar Anda. Ini membantu Anda untuk mengingat setiap hari tujuan yang harus Anda capai. Daftar ini juga dapat membantu Anda untuk perlahan menyiapkan diri dan memastikan tidak ada persyaratan yang harus Anda kejar dalam waktu yang mepet atau mungkin Anda lewatkan.
  3. Google! Informasi yang dibutuhkan tidak selalu berkaitan langsung dengan beasiswa atau universitas (jurusan) yang Anda inginkan. Informasi tidak langsung yang mungkin Anda butuhkan misalkan:
    1. Visi dan misi penyelenggara beasiswa. Ini mungkin bisa membantu Anda untuk menyusun motivation statement. Mengapa penyelenggara beasiswa harus memilih Anda di antara ribuan pendaftar lainnya? Apa yang membuat Anda berbeda dibandingkan dengan pelamar beasiswa yang lain?
    2. Hubungan bilateral antara negara pemberi beasiswa / universitas yang Anda tuju dengan Indonesia. Isu ini juga dapat membantu Anda dalam menyusun motivation statement.
  4. Baca! Sambil menunggu kepastian hasil dari program beasiswa yang sedang Anda ajukan, perkaya diri Anda. Jangan membuang-buang waktu. Dengan teknologi yang semakin canggih, Anda bisa mengakses banyak informasi dengan mudah. Hal yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengisi waktu antara lain:
    1. Mengikuti kuliah online. Coursera.org menyediakan beberapa kuliah online secara cuma-cuma. Berhubung koneksi internet di Indonesia tidak terlalu cepat, untuk mengakalinya biasanya saya akan mengunduh video-video kuliah dari coursera.org sewaktu di kantor, memindahkannya ke telepon genggam saya untuk kemudian saya tonton / dengarkan di sepanjang perjalanan pulang saya menuju rumah (karena biasanya saya akan menggunakan kendaraan umum). Selain membunuh waktu menunggu bus atau dalam bus, juga bisa bermanfaat untuk menambah ilmu baru🙂
    2. Membaca artikel-artikel ilmiah. Manfaatkan teman-teman yang sedang bersekolah di luar negeri karena biasanya mereka memiliki akses yang lebih luas terhadap jurnal-jurnal ilmiah. Targetkan untuk membaca setidaknya satu jurnal saja dalam sebulan untuk dihabiskan, itu akan sangat bermanfaat. Mengapa? Karena ada beberapa program beasiswa (seperti ADS) yang mensyaratkan Anda punya bayangan proposal penelitian Anda. Walaupun kenyataannya sebagian besar dari kita tidak akan melanjutkan penelitian dengan topik yang kita ajukan, tapi dengan begini, Anda sudah membiasakan diri untuk punya pemikiran ilmiah, meng-update penelitian terbaru di bidang yang Anda minati, dan terbiasa membaca jurnal ilmiah. Nantinya, kebiasaan Anda ini akan sangat membantu saat proses perkuliahan berlangsung. Karena tidak jarang tugas-tugas yang diberikan harus merujuk pada beberapa jurnal sehingga kita harus mampu membaca beberapa jurnal ilmiah dalam waktu yang singkat.
  5. Jangan menyerah! Oke, mungkin yang terakhir ini terdengar sangat klise, tapi ingatkan selalu diri Anda untuk tidak menyerah. Saya pernah berkata di tulisan saya yang lain mengenai beasiswa VLIR-UOS bahwa usahakan untuk berada di antara orang-orang yang berkeinginan sama sehingga ada yang melecut Anda jika semangat mulai kendur. Apalagi biasanya perjuangan untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Saya mengalami penolakan yang bertubi-tubi dari penyelenggara beasiswa hingga nyaris saja saya menyerah untuk men-submit aplikasi VLIR-UOS saya tahun 2012 kemarin. Jika saja saya memutuskan untuk tidak memasukkan aplikasi VLIR-UOS saya kemarin, saya tidak akan pernah merasakan asyiknya kembali ke bangku sekolah lagi.

Selamat mencoba dan semoga sukses!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s