The lone star

Lone

Di negeri yang asing baginya ini, sulit bagi orang-orang lokal untuk mengeja namanya dengan benar. Apalagi untuk mengingatnya. Sehingga ia lebih senang memperkenalkan dirinya dengan nama Star. Ia adalah bintang yang jauh dari rumah.. Jauh dari keluarga dan teman-temannya meski ia juga bingung apa ia bisa menyebutnya rumah.

Pertanyaan itu sering muncul dalam benaknya? Di mana rumah baginya? Ia menganggap hatinya ada di Korea Selatan. Tempat di mana keluarga dan teman-teman baiknya berada. Di mana hatinya tertinggal.. Tapi ia tidak pernah merasa menjadi bagian utuh dari mereka.

Ia menatap jauh keluar jendela. Langit sudah gelap meski waktu baru menunjukkan pukul 4.30 petang. Begitulah Islandia. Negara kecil berpenduduk sekitar 300,000 jiwa ini begitu jauh dari segala. Hari yang pendek, malam-malam yang dingin, bahasa yang sangat asing baginya. “Apa yang aku lakukan di sini?”. Pertanyaan itu yang paling sering muncul dalam benaknya

Ini seharusnya menjadi tahun terakhir baginya. Jika semua berjalan lancar, musim panas tahun depan akan menjadi musim panas terakhir baginya di Islandia. Entah apa yang membuatnya lelah dan ingin segera mengakhiri studinya. Keterbatasannya berkomunikasi dengan penduduk lokal? Keterasingannya dari orang-orang sebangsanya? Malam-malam dingin dan cuaca ekstrim yang silih berganti? Atau ia hanya lelah dengan segala yang terjadi sepanjang tahun ini.

Negeri ini indah. Sungguh! Tapi tidak cukup untuk meredam gemuruh yang berkecamuk di dadanya. Ia harus bekerja 3x lipat dari teman-teman sekelasnya. Bukan karena statistika adalah dunia yang asing baginya. Tapi bahasa pengantar yang sangat asing baginya. Ia mencoba mengulang-ulang kelas demi kelas.. Membuang waktu lebih banyak di kampus untuk mengejar keterbatasannya.

Di tengah kewalahannya menghadapi ujian dan tugas-tugas yang mengantre, kehadiran laki-laki Portugis dalam hidupnya tak mampu menenangkan kecamuk dalam pikirannya.

Pedro namanya…

Mereka saling mengenal dari kelompok belajar yang terbentuk. Ia tak pernah berpikir jika Pedro menyimpan ketertarikan untuknya. Ia selalu terlihat asik bercengkrama dengan teman sekelompok lainnya, tapi tidak pada Star. Ia cenderung bersikap dingin dan acuh.. Sampai suatu ketika ia menyapanya melalui media sosial, Facebook. Sebuah sapaan yang tak pernah digubris Star: 😀

Apa yang harus ia balas dari emoticon itu?

Namun Pedro tak pernah menyerah. Ia mengajaknya berjalan ke taman, danau.. Ia menarik perhatian Star dengan obrolan cerdasnya tentang musik dan sejarah.

Suatu saat, ia mencoba mengajak bicara lebih jauh. Tentang masa depan. Masa depan yang tidak juga Star ketahui.

Star mengakui bahwa ia tertarik pada pria berdarah Portugal ini. Tapi mereka begitu berbeda. Jauh dari rumah membuat Star ingin memiliki seseorang untuk hubungan yang stabil. Ia cukup muak dengan ketidakpastian studinya, masa depannya.. Ia ingin punya tempat untuk berhenti dan berbagi. Tapi tidak bagi Pedro. Ia takut melihat komitmen.. Entah mengapa? Padahal ia begitu menggilai perempuan mungil itu.

Star tidak suka dengan ketidakpastian.. Entah memang itu bagian dari dirinya atau ia terlalu lama berkutat dengan statistika. Baginya sebuah hubungan pun harus jelas statusnya. Ia tidak ingin bermain dengan ketidakpastian dan logikanya.

“Aku tidak bisa melanjutkan ini.” katanya pada Pedro.

Pedro terdiam. Lantas ia berpikir bahwa masalahnya akan selesai di sini.

Tapi ternyata tidak. Pedro tetap mengacaukan pertahanan yang telah lama ia coba untuk bangun.

Ia lelah.. Ia rindu pulang. Ia ingin kembali ke tanah kelahirannya. Hanya untuk sejenak kembali mengisi hatinya. Mengisi jiwanya. Mencari dirinya. Ia telah lama pergi dan kini ia merasa terhilang.

“Aku akan kembali ke Korea setelah menyelesaikan studi ini. Aku akan menata kembali masa depanku dari sana.” ia berpikir mungkin ini yang terbaik. Sehingga dengan begitu hatinya juga bisa mantap menyudahi apa pun yang terjadi antara dirinya dan Pedro.

“Aku akan pindah bersamamu.” Pedro menjawabnya.

Antwerpen, 20/12/2015
12:38 p.m.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s